Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 6 Oktober 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Dalam rangka peningkatan mutu dan pemerataan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pelayanan kesehatan di Indonesia, diperlukan suatu implementasi sebagai salah satu bentuk kolaborasi bidang pendidikan Proyek Pengembangan Pusat Pendidikan dan Penelitian Kedokteran dan Dua Rumah Sakit Pendidikan.

Kali ini Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan- Republik Indonesia (Kemendikbud –RI), menfasilitasi kolaborasi 3 institusi yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Andalas (Unand) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk mengembangkan proyek tersebut dan membanginya melalui kegiatan telekonferensi yang melibatkan 18 Fakultas Kedokteran di seluruh Indonesia, pada Rabu siang (1/10).

Dikti melaksanakan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi dibidang pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan. Kolaborasi pendidikan meliputi pengembangan kurikulum, pemanfaatan teknologi informasi (TI), pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan, penelitian pendidikan kedokteran, elective posting, dan pemanfaatan bersama fasilitas pendidikan kedokteran.

Saat ini kolaborasi TI memiliki nilai strategis dikarenakan sekarang merupakan era digital dan generasi mahasiswa yang dididik merupakan generasi yang sangat lekat dengan penggunaan TI dalam kehidupan mereka sehari – hari dan diharapkan model kolaborasi berebasis TI tersebut dapat menjadi contoh bagi institusi pendidikan kedokteran lainnya di Indonesia.

Telekonferensi merupakan salah satu aktivitas dalam kolaborasi berbasis TI. Telekonferensi berupa kuliah tamu dalam berbagai bidang dan kasus tertentu yang sesuai dengan kompetensi dokter layanan primer, dengan menghadirkan narasumber dari ketiga institusi kolaborasi diharapkan tidak hanya dapat diakses oleh ketiga institusi kolaborasi saja, namun juga oleh institusi kedokteran lain di Indonesia yang sudah memiliki fasilitas untuk melaksanakan telekonferensi.

Salah satu hal yang unik dari telekonferensi ini adalah bahwa presentan topik terkait tema acara adalah perwakilan mahasiswa dari 3 institusi kolaborasi. Dan kegiatan  ini memiliki beberapa tujuan diantaranya: agar terlaksana kolaborasi berbasis TI antara institusi kolaborasi, terlaksananya acara ilmiah dalam format telekonferensi dengan narasumber dari ketiga institusi kolaborasi.

Selain itu kegiatan ini juga bertujuan mensinergikan pengetahuan mahasiswa tentang patient safety, meningkatnya pemahaman peserta telekonferensi mengenai Patient Safety, meningkatnya pengetahuan dan ketetrampilan tenaga pendidik dan peserta didik dalam hal acara ilmiah berbasis TI dan teridentifikasinya kendala dan penyelenggaraan acara ilmiah dengan format telekonferensi sehingga berdampak dengan peningkatan pengetahuan peserta telekonferensi mengenai patient safety dan umpan balik terhadap pelaksanaan telekonfernsi sebagai dasar untuk perbaikan dimasa yang akan datang.  (An4nk)