Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 28 Oktober 2013 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Program Studi S2 Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS), Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB)  hari ini (25/10) meluluskan 2 Mahasiswa didiknya yakni Ninno Subchannanda Prematura, S. PSi, MMRS dan M. Idham Khaliq Fajar S. SKM, MMRS.

Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Diskusi MMRS, Gedung FAAL FKUB tersebut dipimpin oleh Dekan dan didampingi Pembantu Dekan II, Pembantu Dekan III, Kaprodi dan Sekprodi S2 MMRS beserta Staf dilingkungan S2 MMRS – FKUB.

Dekan FKUB Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA dalam sambutannya menyampaikan, ucapan selamat atas diraihnya gelar oleh kedua lulusan sebagai Master dibidang Magister Manajemen Rumah Sakit (MMRS). Dengan lulusnya 2 orang yang diyudisium hari ini kedepan semoga MMRS mampu meningkatkan capaian – capaian  prodi dan menghasilkan lulusan yang bermanfaat bagi masyarakat, tuturnya.

Selain itu dr. Karyono berpesan kepada para lulusan, sebagai alumni saudara dapat memberikan masukan yang bisa dipergunakan sebagai perbaikan mutu bagi kami, harapnya.

Sementara itu ditempat terpisah kedua lulusan S2 MMRS ini menyampaikan kesan dan pesannya selama mengikuti studi di S2 MMRS- FKUB, teknik pembelajaranya aplikatif dan komunikatif terlebih saat ada kegiatan Hospital Visit, ungkap salah seorang dari lulusan. Menurut mereka hal seperti ini harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi karena dengan begitu kami bisa lebih mudah menangkap materi yang disampaikan dari para dosen serta kita dapat mengetahui secara langsung sistem yang dimainkan dilapangan .

Selanjutnya dikatakan oleh Ninno (lulusan MMRS), Prodi ini sangat memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kuliah dan menurut saya itu bagus, karena dengan kuliah pada hari Jum’at dan Sabtu maka kami masih bisa bekerja dan melaksanakan tugas – tugas kita sehari – hari, tuturnya.

Disaat yang bersamaan M. Idham (asal Kendari Sulawesi) juga menyampaikan hal serupa, bahkan pria yang menyelesaikan studinya selama 3 tahun ini “menantang” untuk mendaftar dan sangat antusias untuk melanjutkan studi S3 MMRS (kalau ada nantinya disini), candanya.

Terlepas dari semua kesan positif mereka juga memberikan masukan bagi S2 MMRS untuk lebih memahami dan pendekatan melalui komunikasi antar lintas budaya (multikulturalisme) dikarenakan tidak seluruhnya mahasiswa/I S2 MMRS berasal dari daerah yang sama, tentunya dengan pemahaman seperti ini diharapkan MMRS jauh lebih baik kedepannya. (An4nk)