Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 11 April 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (PS PDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) kembali melantik mahasiswanya. Sebanyak 13 dokter spesialis baru dilantik dalam acara Pelantikan Dokter Spesialis I, Jumat (4/4). Kegiatan ini digelar di Auditorium FK lantai enam. Dekan FK Dr. dr. Karyono Mintaroem, SpPA dalam sambutannya mengatakan, seluruh alumni PS PDS I FK UB sampai saat ini sebanyak 499 orang.

Selain itu Dekan menyatakan pemenuhan kebutuhan jumlah tenaga Dokter Spesialis dan pemerataannya masih jauh dari harapan, tutur spesialis Patologi Anatomi ini.

Saudara sebagai Dokter Spesialis alumni PS PDS I FKUB diharapkan dapat berperan secara maksimal sebagai tenaga professional untuk meningkatkan kualitas pelayanan spesialistik dirumah sakit. Kami sangat berharap kemampuan akademik yang saudara punyai terus dikembangkan sepanjang hayat, harapnya. Ia juga berpesan jalinlah komunikasi intensif dengan alamamater dalam upaya mengikuti perkembangan ilmu dan keterampilan, jelasnya.

Pada kesempatan ini Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar yang diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Pendidikan Dr. dr. Budi Siswanto, SpOG (K) menyampaikan penjelasan kebijakan baru Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “JKN merupakan perubahan sistem pelayanan kesehatan dimulai dari fasilitas pelayanan primer baik di Puskesmas maupun dokter keluarga, selanjutnya ke Rumah Sakit rujukan. Artinya tenaga kesehatan menjadi gate system yang akan menyeleksi pasien mana yang perlu memperoleh perawatan lanjutan di RS kelas D, C, B, dan A. Disitulah tantangan sekaligus kesempatan bagi para wisudawan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” papar dr. Budi.

Ia melanjutkan, dalam pelaksanaan JKN, pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah mengatur kebijakan-kebijakan baru dalam sistem pelayanan kesehatan sehingga akan terjadi banyak perubahan pola dalam sistem pembayaran pelayanan kesehatan yang tentunya akan mempengaruhi lingkungan dan pola kerja tenaga kesehatan.

“Dengan memiliki kapasitas ketrampilan medis dan pengetahuan asuransi sosial yang komprehensif, peran dokter spesialis dalam menyukseskan program JKN dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat akan sangat signifikan. Untuk itu, para dokter spesialis harus mempelajari dan menyiapkan diri untuk bekerja dalam sistem jaminan kesehatan yang berbasis asuransi sosial untuk melindungi kesehatan seluruh masyarakat,” jelas dr. Budi.

Sementara itu, Wakil lulusan dr. Zamroni Afif, SpS., M.Biomed mengajak seluruh lulusan dokter spesialis baru agar mengutamakan kepentingan pasien dan berorientasi pada kesembuhan pasien, bukan pada egoisme pribadi semata. “Marilah kita pupuk kerjasama dan kebersamaan dengan semua teman sejawat dokter, paramedis serta semua elemen pendukung di tempat kerja kita nanti, demi keselamatan dan kenyamanan pasien,” katanya.

Berikut nama 13 dokter spesialis baru yang dilantik: dr. Meilya Silvalila, SpEM, dr. Dewi Indiastari, SpPD, dr. Heri Sutanto, SpPD, dr. Andy Nuransyah, SpB, dr. Deddy Setyo Nugroho, SpB, dr. Donny Prayono, SpB, dr. Mery Ekawati, SpPK, dr. Dessika Rahmawati, MBiomed,SpS, dr. Zamroni Afif, MBiomed, SpS, dr. Novi Khila Firani, MKes., SpPK, dr. Agustin Iskandar, MKes, SpPK, dr. Burhanuddin Said, SpPK, dan dr. Primanto Bhakti Leksmana, SpB. [Irene/An4nk]