Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 1 April 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

demoSemakin banyaknya kasus dan issu yang tengah marak dan berkembang di tengah – tengah kalangan masyarakat Indonesia seperti saat ini antara lain: masalah stabilitas harga BBM dan harga bahan pokok yang tinggi, pemberantasan korupsi dan permasalahan penegakan hukum serta UU APBN kesehatan yang banyak sekali menimbulkan dilema dan kontroversi ini turut mengundang simpati dan tanggapan dari masyarakat.

Hal itulah yang menjadi dasar pentingnya menyuarakan pendapat dimaksudkan dalam rangka menyampaikan aspirasi oleh Aliansi tenaga Kesehatan yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) yang menggandeng Badan Eksekutif Mahasiswa – Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (BEM – FKUB)
Aksi kepedulian terhadap nasib bangsa ini mampu mengumpulkan sekitar 500 peserta aksi damai yang berorasi di depan kawasan Tugu (Gedung Balaikota dan DPRD Kota Malang) pada Senin (30/3).

Menamakan Aksi Peduli Bangsa, peserta aksi meneriakkan kekecewaan terhadap berbagai hal yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Salah satu orator yaitu Ahmad Suseno dari PPNI menumpahkan aspirasinya di depan para peserta aksi seperti kisruh antara Pengkerdilan KPK oleh Polri, naiknya harga BBM bersubsidi, harga sembako yang naik tak menentu. Ahmad Suseno meminta pemerintah sekarang ini bertindak lebih aktif agar semua permasalahan di negeri ini terselesaikan.

Koordinator lapangan dr. Atma Gunawan, SpPD-KGH mengatakan menumpuknya persoalan di negeri ini membuat kehidupan perekonomian masyarakat khususnya para pasien semakin bertambah. “Pasien yang kita rawat sudah pusing dengan penyakit mereka, jangan tambah beban pikiran mereka dengan menaikkan harga sembako dan BBM. Dimana peran negara di saat seperti ini?,” sambung Atma.

Atma juga menegaskan bahwa aksi para tenaga kesehatan dan BEM FK-UB ini murni tuntutan moral dan kemanusiaan bukan ada unsur untuk menjatuhkan pihak manapun. “Kita juga ingin menggaungkan kesadaran di seluruh level masyarakat bahwa negeri ini perlu solusi agar kehidupan masyarakat menuju lebih baik,” tandas Atma.

Selain menggelar aksi turun ke jalan, tenaga kesehatan kota Malang juga menggelar aksi donor darah di depan gedung DPRD kota Malang (an4nk)