Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 24 April 2015 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Indonesia mengalami kesulitan dalam hal pemenuhan kebutuhan tenaga medis, terutama di daerah terpencil. Karena semakin terpencil suatu daerah, maka semakin banyak tenaga keperawatan yang dibutuhkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK-UB) menyelenggarakan prosesi Pengucapan Sumpah Ners guna menambah tenaga perawat yang sangat dibutuhkan di daerah. Prosesi diadakan Rabu (22/04/2015) di Gedung FK-UB lantai 6.

Ketua Jurusan Keperawatan, Prof. Dr. dr. Kusworini, M.Kes, Sp.PK  menuturkan Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) kali ini melepaskan 1 Ners baru hasil yudisium 28 April 2014 dan 19 Ners baru hasil yudisium 4 Februari 2015. Kusworini juga memberi wejangan kepada para ners baru agar meningkatkan kinerja, kemitraan, kedisiplinan, dan ketekunan untuk menjawab tantangan dunia saat ini. “Kembangkan kemampuan saudara dengan continuing education, pelatihan, kemitraan dan kolaborasi juga kasih sayang antar sejawat, anggota profesi, almamater dan masyarakat serta dunia kerja dalam tatanan sistem pendidikan dan pelayanan kesehatan,” tegas Kusworini.

Sementara itu, Dekan FK-UB Dr. dr. Sri Andarini, M.Kes dalam sambutannya juga mengingatkan agar para ners baru tetap membaca dan memperhatikan Undang-undang Keperawatan yang telah ditetapkan karena fatal akibatnya bila seorang perawat tidak mengetahui kode etik keperawatan dalam menjalankan tugasnya. “Ditinjau dari kebutuhan bangsa maka jumlah Ners yang telah diluluskan masih jauh dari harapan. Akan tetapi kami yakin bahwa kesenjangan kuantitas ini, sedikit dapat tertutup bila para Alumni Profesi Perawat Fakultas Kedokteran UB selalu meningkatkan kualitas pengabdiannya,” imbuh Sri Andarini.

Pada sumpah ners ini predikat CumLaude dengan IPK tertinggi adalah Ns. Zaky Soewandi Ahmad, S.Kep dengan IPK 3,76; Ns. Eva Yeni Rustiana, S.Kep dengan IPK 3,75; dan Ns. Novitha Ariessandy Rering, S.Kep dengan IPK 3,69. [dimas/An4nk]