Fakultas Kedokteran

Universitas Brawijaya
Ditulis pada 31 Oktober 2014 , oleh Editor FKUB , pada kategori Berita

Laboratorium/ SMF Kedokteran Forensik, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) – RSSA, menyelenggarakan “Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PIT-PDFI)” pada Jum’at – Minggu (24-26/10) kemarin. Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 120 dokter forensik dari seluruh pelosok Indonesia tersebut dilaksanakan  di Ruang Dendrodium, Kusuma Agro Wisata Hotel Batu.

Dalam laporannya Ketua pelaksana PIT-PDFI dr. Wening Prastowo, SpF menyampaikan, kegiatan kali ini diikuti oleh 120 peserta yakni sebanyak 30 % PPDS dan 70% dokter spesialis dan pendidik dibidang kedokteran Forensik dari seluruh penjuru tanah air, terangnya.

Dokter ahli forensik ini mengatakan tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah sebagai sarana atau wadah untuk dapat meningkatkan profesionalitas kita dalam memajukan pendidikan ilmu Kedokteran Forensik di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia Dr. dr.         menjelaskan, forum perhimpunan ini merupakan salah satu kegiatan untuk saling silaturahmi, diskusi, dan berbagi pengalaman para pemerhati dan pelaksana kedokteran forensik di Indonesia. Organisasi ini kami dirikan pada tahun 1990 lalu, dan organisasi kami relative lebih muda dibandingkan dengan perhimpunan/ ikatan para dokter spesialis lainnya. Saat ini anggota kami sudah 140 orang dokter forensik dari rumah sakit, fakultas kedokteran dan dokter polisi, ungkapnya.

Diharapkan dengan kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan agar peranan dokter forensic dari yang semula statis dapat berkembang menuju arah yang dinamis, dikarenakan ilmu kedokteran forensic merupakan dasar dari ilmu kedokteran. Disamping itu, kami mengambil tema “kesatuan langkah menuju peningkatan pendidikan kedokteran forensik di Indonesia”.

Pada kesempatan tersebut Pembantu Dekan I FKUB, Dr.dr. Sri Andarini, M.Kes yang berkesempatan membuka kegiatan ini,   dalam sambutannya mengatakan, kunci atau dasar dari pendidikan dokter ada ditangan para dokter forensic seperti anda semua. Dosen bidang kedokteran forensic mengajarkan etik didalam perkembangannya. Kuncinya adalah profesionalitas yang tinggi melalui penelitian dan jurnal yang akan dibutuhkan hampir 100 karya tulis. Selain itu, untuk sharing tidak hanya pendidik karena perlu melibatkan para PPDS yang akan disiapkan untuk kemajuan kedokteran forensic di Indonesia. (An4nk)